Text
Tafsiran Alkitab - Kisah Para Rasul
Apabila kita memperoleh sebuah buku yang khususnya melukiskan keadaan-keadaan di zaman purbakala, maka timbullah beberapa pertanyaan di dalam hati kita. Misalnya: siapakah penulisnya? Adakah ia sendiri hadir pada peristiwa-peristiwa yang ditulisnya itu? Apakah penulis itu mempergunakan catatan-catatannya sendiri ataukah mempergunakan sumber-sumber lain? Dan niscaya muncullah juga soal mengenai dapat dipercaya atau tidak tulisan seperti itu. Tentang soal yang terakhir, harus dikatakan hal yang berikut: Dalam menulis tafsiran mengenai salah satu kitab Perjanjian Lama ataupun Perjanjian Baru maka kita sebagai orang Kristen yang beriman, berpendirian bahwa bagian Alkitab itu, sebagaimana halnya dengan seluruh Alkitab, ditinjau dari segi sejarah, patut dipercaya. Soal ilham ilahi tidak usah dibentangkan di sini dengan panjang lebar. Di dalam mata-mata pelajaran lain di bidang ilmu theologia diuraikan lebih jauh apa artinya kalau kita mengaku bahwa Alkitab, sebagai firman Allah untuk kita manusia, telah diilhami oleh Roh Allah, sehingga terjadilah sebuah kitab, yang kita miliki sekarang sebagai Alkitab kita. rnrnDalam pendahuluan ini kami sekedar dengan singkat memberikan be berapa bahan keterangan yang penting, supaya dapat membaca dan mengerti dengan baik pada khususnya tafsiran mengenai kitab Kisah Para Rasul. Bagi mereka yang hendak memperdalam pelajarannya tentang soal soal ini, kami mempersilakan membaca tafsiran besar mengenai Kisah Para Rasul" karangan Prof. Dr. F.W. Grosheide, terbitan H.A. van Rottern burg, Amsterdam 1948, jilid 1 dan 2. Dalam pendahuluannya Prof. Gros heide menyebutkan sejumlah besar buku-buku lain mengenai isi dan tafsiran kitab Kisah Para Rasul itu.rn"
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain