Text
Lintas Iman - Dialog Spiritualitas
PENGANTAR REDAKSIrnSecara historis setiap agama dan kepercayaan hadir secara bergantian. Namun bukan berarti hadirnya agama atau keper cayaan baru dengan sendirinya menghapus, menghilangkan, dan menyingkirkan agama dan kepercayaan sebelumnya. Oleh karena itu, adalah suatu kewajaran bila dalam setiap masyarakat terdapat berbagai agama dan kepercayaan.rnPluralitas keberagamaan umat manusia tersebut telah me norehkan sejarahnya sendiri yang multiwarna. Pertumpahan darah, persaingan, dan curiga-mencurigai adalah wajah kelam yang dipicu oleh realitas pluralitas agama, yang juga masih me nampakkan wujudnya hingga hari ini. Sejarah hitam (dalam arti yang sebenarnya) tersebut telah menyadarkan (sebagian) umat beragama untuk menggali kembali pentingnya nalar agama yang melampaui" pemahaman-pemahaman dan klaim kebenaran yang "tradisional".rnMunculnya kesadaran umat manusia terhadap pluralitas, merupakan fase utama harapan akan lahirnya dialog, Sepanjang abad dua puluh, kesadaran pluralitas ini tumbuh subur sehingga berbagai forum dialog terbentuk. Kesadaran pluralitas dalam ber agama, disusul dengan terbentuknya dialog antaragama, merupa kan wujud nyata peradaban baru umat manusia."
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain