Text
Oikumene - Dokumen Keesaan Gereja (DKG)
PENDAHULUANrnSidang Raya XIII PGI di Palangka Raya memutuskan, Menetapkan Konsep DKG 2000, PGI 2000-2005 dan AOG, dengan beberapa catatan dan perubahan seperti tertera dalam lampiran-lampiran" (Keputusan SR XIII PGI Nomor: 13/ PGI-XIII/2000).rnSetelah keputusan beserta lampiran-lampiran itu diteliti oleh MPH-PGI maka dibutuhkan penyelarasan-penyelarasan, baik di antara dokumen-dokumen itu sen diri, maupun dengan Dokumen LDKG 1994 yang oleh Sidang Raya masih di anggap relevant.rnSesuai dengan "Tata Rumah Tangga" Pasal 12 yang menetapkan agar segala keputusan SR disahkan dalam Sidang MPL-PG! pertama sesudah SR. maka Naskah tersebut (selanjutnya disebut "Dokumen Keesaan Gereja") diselaraskan, diklarifikasi dan disederhanakan bahasanya, untuk selanjutnya disahkan oleh MPL PGI. Naskah ini tetap berpegang pada jiwa Keputusan SR Nomor 13/SR XIII/2000. Dengan kata lain, penyelarasan, klarifikasi dan penyederhanaan tidak dimaksudkan untuk menyimpang dari Keputusan SR tersebut. Demi penyederhanaan itu, sebagian gambar-gambar yang tadinya terdapat dalam naskah ditempatkan sebagai lampiran. Gambar-gambar yang rumit dihapuskan.rnSuatu perumusan kembali terhadap "Faktor Luar" dan "Faktor Dalam" (se perti terdapat dalam 1.2) dilakukan, agar tidak terkesan dikotomistik. Perumusan baru itu berbunyi sebagai berikut: Sesungguhnya gereja hidup dalam tarik-me narik antara firman, tindakan dan akibat-akibat tindakan tersebut, pada satu pihak dan dosa serta segala sesuatu yang dipengaruhi dosa, pada pihak lain, Firman tindakan serta akibat-akibat tindakan Allah itu memang merupakan sumber kehti dupan gereja Inilah yang menimbulkan dinamika di dalam kehidupan beriman gereja. Namun konteks di dalam mana gereja hidup, bersaksi dan melayani juga penting Tanpa gereja berinteraksi dengan konteksnya itu, maka keberadaan gereja menjadi tidak berguna. Dengan kata lain, gereja tidak mungkin hidup tanpa ber interaksi dengan konteksnya yang nyata itu. Karena itu kendati konteks dipenga ruhi dosa (sesungguhnya gereja juga dipengaruhi dosa!). Allah tetap menjadi kannya sebagai arena bagi perjumpaan-Nya dengan manusia. rn"
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain