Text
Dialog Antar Umat Beragama - Dari Manakah Kita Bertolak
DIALOG adalah bahasa yang kini kita temukan dalam lingkungan per temuan antara umat beragama, baik internasional, maupun nasional. Di Asia, zaman Vasco da Gama dengan banyak karakteristiknya, telah lalu, sekalipun zamannya berlangsung agak panjang. Yakni dari waktu tibanya eksplorator Portugis kenamaan, Vasco da Gama di Kalikut. India Selatan thn. 1498, sampai bangsa-bangsa Asia mencapai kemer dekaan sesudah Perang Dunia II, dengan ditarik mundur semua angkat an bersenjata Inggeris, Perancis, Belanda, Amerika dan Portugis (kecuali Macao) dari Asia. Begitupun di Afrika zaman kolonial formal sudah berakhir. Dengan lenyapnya dominasi politik bangsa-bangsa Barat di Asia dan Afrika, dan telah berdirinya negara-negara yang merdeka, maka relasi antara para penganut agama-agama memasuki pula zaman yang baru. rnrnDi zaman kolonial, kekuasaan penjajah sedikit banyaknya mempengaruhi agama-agama, tetapi pengaruh itu telah lenyap. Agama-agama seperti Kristen dan Islam misalnya, adalah agama agama missioner. Mereka hidup dan berkembang dalam kontekst kemerdekaan bangsa sekarang. Mereka juga berada dalam era yang baru. Bagaimanakah perkembangan mereka dalam keadaan baru ter sebut? Pada sebelah lain, bangsa-bangsa Asia dan Afrika berada pada taraf pembangunan melalui modernisasi dan industrialisasi. Sebenarnya. mesti kita melihat fenomen tersebut dalam rangka yang lebih luas. Semua bangsa demi kemerdekaan dan integritas mereka, kini berada dalam perjalanan panjang, yakni mereka menuju kepada emansipasi bangsa dalamnya kemanusiaan manusia sepenuhnya dapat direalisasikan. rnrnDalam perjalanan panjang tersebut, agama adalah unsur hakiki yang perlu diperhatikan. Relasi antara para penganut agama-agama dalam era yang baru tersebut, ditandai oleh apa yang disebut Dialog. Dialog berarti percakapan tentang hal-hal yang essensial dan eksistensial. Dalam setiap dialog terbuka kesempatan bagi para peserta untuk mengungkapkan secara jujur keyakinan masing-masing. Tetapi percakapan termaksud dilakukan tidak hanya pursang", artinya yang menyangkut ajaran-ajaran azasi setiap agama, melainkan dialog mesti pula perhatikan kontekst dalamnya kehidupan dan segala gerak-gerik para penganut agama agama berlangsung. Yang terakhir ini adalah realitas kini yang kurang diperhatikan, termasuk dialog-dialog yang diprakarsai oleh ump. Dewan Gereja-gereja Sedunia."
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain