Text
Azas Hukum Gereja
Maksud buku ini ialah mentjoba memperdalam tjara-berpikir orang jang bertugas memimpin geredja. Di Indonesia hampir tida ada geredja jang tidak menghadapi soal hangat ini, ialah menjusun suatu tata-geredja jang baik. Sebab itu dari berbagai pihak timbul permintaan mengenai azas umum dari tata-geredja. Untuk memenuhi permintaan itulah buku ini kami usahakan.rnrnBukanlah maksud kami. bahwa dengan adanja buku ini maka segala persoalan menemui penjelesaiannja. Belum tiba masanja untuk mendapat penjelesaian jang memuaskan. Di-mana² didunia ini orang mempersoalkan dengan ramai sekali, jang manakah tata-geredja jang baik. Tetapi kata sepakat jang memuaskan belumlah didapat. Tetapi meskipun begitu, geredja² dikepulauan ini harus mengaturrnrndan menentukan tjara-hidup masing. Sebab itu harus dipilih dari pendapat jang beraneka-warna itu, mana jang sesuai dengan keadaan dinegeri ini. Tetapi sebelum mengadakan pilihan, hendaklah dipertim bangkan baik² apa sebabnja unsur ini baik dan jang itu tidak. Untuk itu pulalah buku ini diusahakan.rnrnDalam pada itu djanganlah orang mengira, bahwa sehabis mem batja buku ini orang mendapat suatu perumusan jang terang djelas tentang tjara bagaimana harus disusun suatu tata-geredja: Hanja azas jang umumlah jang dapat dibitjarakan dalam buku ini. Tak mungkin kami bitjarakan dan kupas disini segala sesuatu jang bertalian dengan organisasi geredja.rnrnKami mengetahui bahwa menulis tentang hukum-geredja dan tata geredja mengandung suatu bahaja. Adalah mengchawatirkan, bagai.. mana orang di-mana menjusun tata-geredja dengan sangat radjinnja. Rupanja orang menjangka, bahwa suatu tata-geredja dapat mendjamin hidup geredja. Tetapi hal itu se-kali tidak benar. Tata-geredja hanja. suatu alat-pembantu sadja. Memang benar, banjak sekali gunanja, tetapi dalam pada itu tidak boleh di-lebih-kan. Suatu tata-geredja jang baik tak dapat menghidupkan kembali suatu geredja jang sudah matilrnrnKesan jang saja peroleh ialah, bahwa geredja di Indonesia terlalu mengutamakan organisasi. Soal mengenai pengakuan jang benar, pem beritaan jang baik. pengadjaran agama jang sedjati, hidup berdasarkan iman jang benar djarang sekali terdengar pada sidang Synode, akan tetapi pertanjaan tentang tata-geredja tiap kali dikemukakan. Ditindjau dari sudut ilmu-djiwa maka sikap itu dapat kita mengerti. Orang meng anggap kemadjuan dunia dan kebudajaan Eropa dan Amerika sebagai hasil organisasi jang rapi dan teratur. Sebab itu geredja² pun mentjurah kan perhatiannja kepada soal organisasi itu.rnrnTetapi sikap sedemikian itu salah. Tata-geredja hanja suatu saluran sadja. Air jang harus disalurkan oleh pembuluh itu jang merupakan sumber. Firman Tuhanlah sumber hidup, dan tata-geredja mentjoba membina dan mengendalikan hidup itu. Kita harus bersjukur, kalau ada tata-geredja sedemikian. Tetapi sumber dan saluran tidak boleh kita tukar-gantikan.rn
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain