Text
Berbagai Aliran di Dalam dan Sekitar Gereja
BERBAGAI ALIRAN di Dalam dan di Sekitar GerejarnSejak Reformasi pada abad ke-16 gereja gereja Protestan telah mengenal dan terbagi-bagi dalam berbagai aliran. Kepelbagaian itu semakin subur dan kompleks di sepanjang sejarahnya hingga penghujung abad ke-20 ini. Itu terjadi baik. karena kemajemukan konteks kehadiran gereja maupun karena banyaknya faktor teologis maupun bukan teologis-yang ikut berperan.rnDi Indonesia saja, setelah gereja-gereja Protestan hadir hampir 400 tahun, terdapat sekitar 275 organisasi gereja plus 400-an organisasi gerejawi yang bernaung di bawah nama yayasan. Masing-masing menganut satu atau lebih aliran tertentu, yang sebagian besar dibawa masuk dari Barat, Eropa maupun Amerika. Kenyataan ini memperhadapkan masing-masing gereja pada pertanyaan dan pergumulan mendasar: sudah sejauh mana ia menjadi bagian integral dan otentik dari sejarah dan keberadaan bangsanya?rnBuku ini tidak hendak menjawab pertanyaan itu, tetapi dengan menggunakan metode fenomenologis-historis - mendeskripsikan seluk-beluk dari enambelas rumpun aliran yang ada di dalam dan di sekitar gereja gereja Kristen Protestan sedunia, sejauh sudah hadir di Indonesia, mulai dari yang paling dekat dengan ajaran para reformator, sampai yang sangat jauh (namun masih suka dan berani mengaku Kristen). Dengan deskripsi ini diharapkan bahwa masing masing gereja atau kelompok keagamaan yang mengaku sebagai gereja itu semakin memahami dirinya dan terdorong untuk menjawab pertanyaan di atas.rnPenulis buku ini, Jan S. Aritonang, adalah pendeta Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI) sejak 1977. Setelah meraih Doctor of Theology pada tahun 1987, sejak 1988 hingga sekarang ia ditugaskan gerejanya menjadi dosen Sejarah Gereja di Almamaternya, Sekolah Tinggi Teologi Jakarta, Jalan Proklamasi 27 Jakarta 10320, sambil tetap aktif melayani di gerejanya.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain