Text
Firman Menjadi Daging
Allah berulangkali dan dengan berbagai cara berbicara dan menyatakan diriNya kepada manusia (Ibr 1:1-2). Salah satu dari cara itu, dan sebagai puncak penyataan diri Allah, adalah "logos sarx egeneto" atau "firman menjadi daging" (Yoh 1:14). Pendekatan Injil Yohanes tentang keilahian Yesus melalui konsepsi "logos" dijelaskan Dr. Mangapul Sagala secara rinci, hermeneutis dengan argumentasi teologis. Alur berpikirnya sistematis, enak dibaca dan mudah dicerna. Kehadiran buku ini telah memperkaya pemahaman Kristologi di tengah deretan buku teologi di Indonesia, sehingga layak dimiliki para hamba Tuhan dan para mahasiswa teologi yang selalu bergumul menemukan penjelasan kristologi yang relevan dan kontekstual". (Pdt, Darwin Lumbantobing - Ketua STT HKBP Pematangsiantar)rnrn"Karunia dan kekuatan Mangapul Sagala sebagai seorang teolog adalah pemahamannya yang cermat akan konsep Kristologi Yohanes. Dia menggali secara mendalam konsep Yohanes tentang Firman dan daging, dan konsep kemah dan kemuliaan. Dengan demikian, melihat Allah dalam dan melalui manusia Yesus dari Nazareth. Dengan sangat baik, ia menuntun kita untuk melihat bahwa Yesus, Allah yg berinkarnasi adalah Allah sejati dan manusia sejati, yang pernah hidup, mati dan bangkit kembali. Jadi, Sagala memberikan kontribusi bukan hanya menegaskan relasi antara keAllahan dan kemanusiaan Yesus, tetapi juga membagikan Yohanes 1:14, yang merupakan ayat yg sangat penting untuk Kristologi Firman."rn(Pdt. Dr. Joshua Ong - Rektor/Ketua STT IMAN Jkt)rnrnKellahian Yesus Kristus hampir selalu muncul dalam setiap pengakuan dan puji pujian Kristen tanpa pemahaman dan kesadaran atas misteri karya keselamatan Allah ini. Pdt. Dr. Ir. Mangapul Sagala, melalui buku ini secara khusus mengajak kita semua berhenti sejenak, merenungkan apa yang Yohanes 1:14 singkapkan. Dia adalah Allah, inkarnasi Firman yang didalam seluruh kepenuhanNya menjadi alasan, tujuan dan bahkan "tabernakel" dimana kita boleh mengalami perjumpaan dengan Dia dalam ibadat penyembahan yang sesungguhnya. Buku ini pantas untuk dibaca oleh setiap individu Kristen yang secara pribadi mencari jawab untuk salah satu pertanyaan iman yang paling esensial dalam hidupnya. Saya percaya, buku ini akan menjadi salah satu sumbangan penting untuk kekristenan di Indonesia."rn(Pdt. Dr. Yakub Susabda - Rektor/Ketua STTRII)"
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain