Text
Teologi Pembebasan
Teologi Pembebasan Amerika Latin adalah teologi yang paling banyak dibicarakan, dikritik, dan diagungkan pada akhir-akhir ini; tetapi juga teologi yang paling tidak dimengerti. Seandainya orang mengertinya, maka orang mengertinya entah sebagai 'anak asuh' teologi sekolah Jerman, khususnya teologi politiknya J.B. Metz atau sebagai teologi picisan yang merekomendasikan penggunaan kekerasan untuk mencapai pembebasan eksklusif politik. Usaha usaha untuk membicarakan teologi atau teologi-teologi pembebas an di dalam khazanah keilmuan di Indonesia sudah dirintis oleh Suryawasita (1975), Y.B. Mangunwijaya (1982), Sumartana (1982), Hardawiryana (1983), Magnis-Suseno (1984), Tanja (1985) dan Banawiratma (1985). Uraian-uraian mereka tentang teologi pembebasan entah mem batasi diri pada seorang tokoh (Suryawasita), merenungkan praksis pembebasan (Mangunwijaya dan Sumartana), meninjau perkem bangan sejarah timbulnya dan macam metodenya (Hardawirjana), dan menimbang relevansinya untuk Indonesia (Magnis-Suseno, Tanja, dan Banawiratma).rnrnNampaknya sampai kini dalam kepustakaan bahasa Indonesia belum ada sebuah uraian tentang teologi pembebasan yang cukup komprehensif, yang mencakup sejarah perkembangannya, metode, praksis dan isi teologinya sebagai sebuah kesatuan yang bulat. Buku ini merupakan salah satu usaha untuk mengetengahkan se buah uraian mengenai teologi-teologi pembebasan di Amerika Latin yang cukup komprehensif. Tinjauan yang diketengahkan di sini tidak hendak berambisi untuk berteologi sendiri berdasarkan bahan-bahan yang disediakan oleh teologi-teologi pembebasan itu. Metode yang digunakan dalam buku ini bukanlah metode kajian eksploratif, juga bukan se penuhnya merupakan kajian deskriptif, dan bukan sekedar kajian eksplanatoris, melainkan sebuah kajian gabungan, disertai suatu pembahasan secara kritis. Dengan demikian, metode kajian yang digunakan dalam buku ini adalah suatu metode kajian deskriptif eksplanatoris-kritis.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain