Text
Masih Ada Kehidupan - Renungan untuk Pelayanan Kematian dan penghiburan
PENDAHULUAN rnPernah terjadi . Pendeta yang bertugas disuatu jemaat, sedang bertugas sebagai anggota PHMA, di Jemaat yang ditungui —ada warga yang meninggal. Minta bantuan pelayanan, di wilayah kebetulan juga sedang ada kegiatan, akibatnya tibalah giliran tugas pelayanan tersebut harus dilimpahkan kepada anggota Majelis Jemaat yang ada. Petugas yang satu dan yang lain saling melempar tanggung jawab, karena merasa belum/tidak layak, karena satu dan lain hal. Sehingga karenanya pelayanan mengalami keterlambatan. Hal seperti ini pasti tidak perlu terjadi dalam era sekarang mi. rnPelayanan ibadah pemakaman dan penghiburan di wilayah pelayanan GKJW dirasa masih perlu adanya tambahan tuntunan, mengingat Iuasnya jangkauan pelayanan di GKJW. GKJW yang terdiri tidak kurang dari 165 jemaat, dengan sejumlah pepanthan yang tersebar diwilayahnya. Apalagi belum semua jemaat ditunggui/dilayani pendeta. Menyadari Iuasnya pelayanan tersebut, tidak jarang pelayanan ibadah pemakaman dan penghiburan dilayani oleh anggota Majelis di lingkungan setempat. Pelayanan ibadah pemakaman/penghiburan dirasa muatannya lebih berat, sebab pada umumnya para pelayat sangat heterogen. Karenanya buku Tuntunan lbadah Pemakaman/Penghiburan dengan judul Masih Ada Kehidupan", bisa merupakan sumbangsih dari Paguyuban Pendeta Pensiun GKJW (PASEH) untuk bisa dipergunakan sebagai tambahan tuntunan pelayanan di gereja kita, sekaligus boleh makin mendorong para pelayan siap melayani dengan penuh suka cita. Dengan keyakinan "Masih Ada Kehidupan" buku ini boleh : 1. Membangun semangat pelayanan dibidang layanan duka 2. Membantu para pelayan makin terampil 3. Menghindarkan kebiasaan pelayan yang saling melempar tugas Buku ini tidak dilengkapi dengan puji pujian sebab diberbagai Jemaat telah memiliki pujian layanan duka & penghiburan. Malang, 3 Juni 2014 Salam PASEH GKJW"
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain