Text
Kyai Sadrach - Riwayat Kristenisasi di Jawa
Sesudah tahun 1830 di pedesaan Jawa muncul pelbagai kelompok Kristen yang terlepas dari aktivitas misionaris Eropa. Claude Guillot memaparkan di sini riwayat salah satu kelompok tersebut dengan menelusuri perjalanan hidup pemimpinnya. Sadrach Surapranata (1835-1924).rnrnBerasal dari keluarga miskin. Sadrach pada masa mudanya berkelana di Pulau Jawa untuk menuntut ilmu. Setelah berguru di sana-sini, ia akhirnya memeluk agama Kristen. Tidak lama kemudian, dengan mengikuti pola kerja gun ngelmu. ia sendiri terjun menyebarkan agama yang dianutnya. Dan ia berhasil. Tetapi apa lacur? Sadrach terpaksa berhadapan dengan misionaris Eropa yang menuntut hegemoni atas jemaahnya. Kiai Kristen ini menolak dan mendirikan sekte sendiri.rnrnPenelitian atas kasus Sadrach menjelaskan jalannya penyebaran agama di Jawa, yangrnrntelah menerima agama Hindu, Budha, dan Islam tanpa peperangan maupun penaklukan. Dalam pada itu, sejarah Sadrach dan pergerakannya merupakan sebuah dokumen ten tang kehidupan di pedesaan pada abad ke-19, yang sedikit banyaknya menyingkapkanrnrnreaksi rakyat terhadap perubahan sosial-ekonomi yang timbul akibat penjajahan Eropa. Karya Guillot ini adalah buku pertama yang memperoleh Prix Jeanne Cuisinier (1981). sebuah hadiah yang diberikan oleh Institut National des Langues et Civilisations Orientales, Paris, untuk buku-buku terbaik mengenai Indonesia yang ditulis dalam bahasa Prancis. C. Guillot, yang lahir tahun 1944, berpendidikan sastra klasik dan pernah menjadi dosen bahasa Prancis pada Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta, 1973-1981. Kini ia bekerja sebagai tenaga ahli pada Centre National de la Recherche Scientifique di paris.rn
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain