Text
Sengsara Tuhan Kita Yesus Kristus
Karya yang kami sajikan sekarang merupakan lanjutan dari karangan kami yang berjudul: Peristiwa Yesus" (Yogyakarta 1979). Pelengkapnya sudah kami tawarkan dalam karya yang berjudul: "Kebangkitan. Yesus dibangkitkan karena pembenaran kita" (Ende 1973). Metode yang kami pakai dalam karangan ini sama dengan yang diterapkan dalam kedua karya tsb., yaitu metode historis-kritis, yang lazim dipakai para ahli Kitab. Kami tetap sadar akan keterbatasan metode tsb., yang akhir-akhir ini mendapat sorotan yang cukup kritis ju ga 1). Selebihnya sedang berkembanglah suatu metode tafsir baru 2), Metode itu diberi ma cam-macam nama, misalnya "New Criticism", "New Stylistics", "Textpragmatik", "Structie ral Analysis", dll. Metode ini masih baru benar dan menurut penilaian kami belum matang matang dan masih sukar dipakai dalam ilmu tafsir. Karena itu metode baru itu hanya sedikit kami ikutsertakan.rn1) Kritik yang paling dasariah ialah: Metode kritis-historis yang membongkar-bongkar teks Kitab Suci dan menempatkannya di masa yang lampau mengasingkan Alkitab dari kaum beriman dan menjadikannya sebuah kitab rahasia yang kuncinya ada di tangan segelintir ahli. Bdk G. Maier, Das Ende der historisch-kritischen Methode
| W. de Pater, Structu | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain