Text
Merentang Sejarah Memaknai Kemadirian
MERENTANG SEJARAH, MEMAKNAI KEMANDIRIANrnrnMasih ada masalah dengan menjadi gereja bagi sesama. Pada tingkat yang lebih sempit, itu terjadi di lingkungan Kristen. Komunitas-komunitas Kristen bersemangat mengusung identitas kelompok masing-masing. Ada kelompok didasarkan pada etnisitas. Ada kelompok didasarkan pada penekanan salah satu ajaran Alkitab atau tradisi Kristen tertentu. Masing-masing menganggap gereja sendiri lebih baik. Bukan pengelompokan itu sendiri yang menjadi soalnya, tetapi yang dikhawatirkan adalah perasaan superioritas kelompok.rn “Gereja bagi Sesama, Pdt. Yonky KarmanrnrnrnKetika gereja secara proaktif mengupayakan dan mempromosikan perdamaian ditengah masyarakat, pada akhimya dunia akan melihat gereja sebagai komunitas yang merepresentasikan karakteristik Allah yang senantiasa menghendaki perdamaian. "Peran Agama Melahirkan Perdamaian", Rm. Benny Susetyo GKP sebagai salah satu gereja mainstream tentunya secara sadar melakukan tugas pendidikan bukan sekadar supaya terlihat sebagai gereja, melainkan sebagai cara menyatakan bahwa GKP hadir untuk memberitakan Kabar Baik (Injil) kepada segenap makhluk.rn "Pendidikan sebagai Pembebasan dan Pemanusiaan” Pdt. Wielsma DK. BaramullrnrnBerkaitan dengan kemiskinan, sebenamya GKP juga telah memiliki komitmen untuk turut serta mengatasinya. Pertanyaannya kemudian: apakah seluruh bagian GKP telah menghayati dengan baik visi GKP dan Rencana Kerja Dasar GKP serta men jadikannya sebagai guideline dalam merancang program kerja tahunannya?rn “Gereja Kaum (Perempuan) Miskin", Pdt. Obertina Modesta Johanisrn"
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain