Kolportase GKJW Waru

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of Duet atau Duel

Text

Duet atau Duel

Wentzel Huyssteen - Nama Orang;

Dapatkah teologi dan sains berdialog dalam dunia post modern yang dicirikan oleh berbagai macam fragmentasi dan pluralisme? Adakah pokok pembicaraan yang di dalamnya teologi dan sains dapat berpindah dari duel tradisional mereka ke dalam duet serasi dan bersahabat? Kedua hal tersebut merupakan pertanyaan yang dibahas dalam buku mengagumkan ini, yang mula-mula diberikan sebagai bahan kuliah John Robert Hall pada tahun 1998.rnDr.Wentzel van Huyssteen berpendapat bahwa cara klise menghubungkan teologi dan sains terlalu menggeneralisasikan dan menyederhanakan hubungan kompleks kedua disiplin tersebut. Terlebih lagi, suasana post-modern menantang penggunaan istilah agama dan sains. Dalam usaha menemukan ruang yang aman bagi duet serasi kedua bidang itu, ia membahas pandangan Stephen Hawking dan Paul Davis yang sangat berbeda untuk mencari epistemologi yang dapat digunakan dalam pembahasan antar disipliner.rnDalam epistemologi evolusioner, ia menemukan pentingnya teori evolusi melalui seleksi alam bagi epistemologi filosofis, teori tentang pengetahuan manusia, dan juga bagi asal-usul serta perkembangan struktur kognitif manusia, kedudukan dan kemampuannya.Dapatkah teologi dan sains berdialog dalam dunia post modern yang dicirikan oleh berbagai macam fragmentasi dan pluralisme? Adakah pokok pembicaraan yang di dalamnya teologi dan sains dapat berpindah dari duel tradisional mereka ke dalam duet serasi dan bersahabat? Kedua hal tersebut merupakan pertanyaan yang dibahas dalam buku mengagumkan ini, yang mula-mula diberikan sebagai bahan kuliah John Robert Hall pada tahun 1998.rnDr.Wentzel van Huyssteen berpendapat bahwa cara klise menghubungkan teologi dan sains terlalu menggeneralisasikan dan menyederhanakan hubungan kompleks kedua disiplin tersebut. Terlebih lagi, suasana post-modern menantang penggunaan istilah agama dan sains. Dalam usaha menemukan ruang yang aman bagi duet serasi kedua bidang itu, ia membahas pandangan Stephen Hawking dan Paul Davis yang sangat berbeda untuk mencari epistemologi yang dapat digunakan dalam pembahasan antar disipliner.rnDalam epistemologi evolusioner, ia menemukan pentingnya teori evolusi melalui seleksi alam bagi epistemologi filosofis, teori tentang pengetahuan manusia, dan juga bagi asal-usul serta perkembangan struktur kognitif manusia, kedudukan dan kemampuannya.rn


Ketersediaan

Tidak ada salinan data

Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
0-143
Penerbit
: BPK Gunung Mulia., 2002
Deskripsi Fisik
-
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
NONE
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
-
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
J Wentzel van Huyssteen
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Kolportase GKJW Waru
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

Kolportase GKJW Waru

Silahkan menghubungi Sekretariat GKJW Waru  untuk keterangan lebih lanjut

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik