Text
Duet atau Duel
Dapatkah teologi dan sains berdialog dalam dunia post modern yang dicirikan oleh berbagai macam fragmentasi dan pluralisme? Adakah pokok pembicaraan yang di dalamnya teologi dan sains dapat berpindah dari duel tradisional mereka ke dalam duet serasi dan bersahabat? Kedua hal tersebut merupakan pertanyaan yang dibahas dalam buku mengagumkan ini, yang mula-mula diberikan sebagai bahan kuliah John Robert Hall pada tahun 1998.rnDr.Wentzel van Huyssteen berpendapat bahwa cara klise menghubungkan teologi dan sains terlalu menggeneralisasikan dan menyederhanakan hubungan kompleks kedua disiplin tersebut. Terlebih lagi, suasana post-modern menantang penggunaan istilah agama dan sains. Dalam usaha menemukan ruang yang aman bagi duet serasi kedua bidang itu, ia membahas pandangan Stephen Hawking dan Paul Davis yang sangat berbeda untuk mencari epistemologi yang dapat digunakan dalam pembahasan antar disipliner.rnDalam epistemologi evolusioner, ia menemukan pentingnya teori evolusi melalui seleksi alam bagi epistemologi filosofis, teori tentang pengetahuan manusia, dan juga bagi asal-usul serta perkembangan struktur kognitif manusia, kedudukan dan kemampuannya.Dapatkah teologi dan sains berdialog dalam dunia post modern yang dicirikan oleh berbagai macam fragmentasi dan pluralisme? Adakah pokok pembicaraan yang di dalamnya teologi dan sains dapat berpindah dari duel tradisional mereka ke dalam duet serasi dan bersahabat? Kedua hal tersebut merupakan pertanyaan yang dibahas dalam buku mengagumkan ini, yang mula-mula diberikan sebagai bahan kuliah John Robert Hall pada tahun 1998.rnDr.Wentzel van Huyssteen berpendapat bahwa cara klise menghubungkan teologi dan sains terlalu menggeneralisasikan dan menyederhanakan hubungan kompleks kedua disiplin tersebut. Terlebih lagi, suasana post-modern menantang penggunaan istilah agama dan sains. Dalam usaha menemukan ruang yang aman bagi duet serasi kedua bidang itu, ia membahas pandangan Stephen Hawking dan Paul Davis yang sangat berbeda untuk mencari epistemologi yang dapat digunakan dalam pembahasan antar disipliner.rnDalam epistemologi evolusioner, ia menemukan pentingnya teori evolusi melalui seleksi alam bagi epistemologi filosofis, teori tentang pengetahuan manusia, dan juga bagi asal-usul serta perkembangan struktur kognitif manusia, kedudukan dan kemampuannya.rn
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain